Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sinergi Pemerintah dan Rakyat: Rencana Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di Mukti Lincir Siap Perkuat Pembangunan Aceh Singkil

Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di Desa Mukti Lincir, Kecamatan Kota Baharu, disambut hangat oleh berbagai lapisan masyarakat
ACEH SINGKIL – Upaya memperkuat ketahanan wilayah serta mendorong percepatan pembangunan daerah kembali mendapat momentum penting di Kabupaten Aceh Singkil. Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di Desa Mukti Lincir, Kecamatan Kota Baharu, disambut hangat oleh berbagai lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.

Langkah strategis ini dinilai sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, aparat pertahanan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, maju, dan mandiri. Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan YTP yang diharapkan menjadi pionir pembangunan berbasis pertahanan wilayah.

Batalyon Teritorial Pembangunan diharapkan tidak hanya berperan dalam aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program ini mengedepankan pendekatan teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di bidang infrastruktur, pertanian, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Makodim 0109/Aceh Singkil tersebut, tampak hadir unsur Forkopimda Aceh Singkil, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga perwakilan mahasiswa. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan semangat kebersamaan dan dukungan kolektif terhadap gagasan pembentukan satuan pembangunan teritorial tersebut.

Pemerintah daerah menilai, keberadaan YTP dapat menjadi motor penggerak pembangunan di wilayah perbatasan dan pedesaan yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan infrastruktur dan keterbatasan sumber daya manusia. Selain itu, kehadiran YTP juga diharapkan mampu memperkuat rasa nasionalisme serta menumbuhkan kesadaran bela negara di kalangan generasi muda Aceh Singkil.

Mewakili Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman menyampaikan bahwa kehadiran YTP di wilayah Aceh Singkil bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol kekuatan sinergi antara TNI dan rakyat dalam memperkuat ketahanan wilayah dan mempercepat pemerataan pembangunan.

“Pemerintah Daerah Aceh Singkil siap mendukung sepenuhnya program pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan ini. Ini adalah bentuk nyata komitmen kita dalam memperkuat pertahanan nasional dan membuka jalan bagi kemajuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di daerah,” tegas H. Hamzah Sulaiman dengan penuh semangat.

Beliau menambahkan, program YTP bukan hanya memperkokoh struktur pertahanan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial-ekonomi yang signifikan mulai dari peningkatan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga percepatan pembangunan perekonomian di wilayah Aceh Singkil.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi kunci sukses pelaksanaan program pusat, terutama dalam memastikan sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah, dan masyarakat berjalan optimal.

“Kami percaya, kehadiran Batalyon Teritorial Pembangunan akan menjadi energi baru bagi kemajuan Aceh Singkil. Dengan kolaborasi yang kuat antara TNI dan Pemerintah Daerah, kita akan wujudkan daerah yang tangguh, aman, dan sejahtera,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan di Aceh Singkil menilai, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan langkah cerdas yang mengintegrasikan pembangunan dan pertahanan secara seimbang. Menurut mereka, konsep ini bukan semata membangun kekuatan fisik pertahanan, tetapi juga membangun mental, sosial, dan ekonomi masyarakat agar lebih tangguh menghadapi tantangan zaman.

Dukungan juga datang dari kalangan tokoh agama yang menilai, pembangunan berbasis teritorial dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi jati diri masyarakat Aceh Singkil. Mereka berharap keberadaan YTP dapat menjadi pelindung masyarakat sekaligus mitra dalam menjaga stabilitas wilayah dan harmoni sosial.

Dalam keterangannya, Ustadz H. Roesman Hasmy menilai bahwa pembangunan tersebut merupakan langkah strategis untuk mendorong kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kehadiran YTP akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan infrastruktur, serta pemerataan pembangunan di wilayah Aceh Singkil.

Beliau menegaskan, upaya ini sejalan dengan nilai-nilai keislaman sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

“Sebagai Ketua MPU Aceh Singkil, saya merasa bersyukur dan memberikan apresiasi sepenuhnya terhadap pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan yang akan dibuat di Aceh Singkil, sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang artinya: Kalaulah dalam suatu bangsa atau negeri ingin merubah nasib, rubahlah dari diri sendiri untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Ustadz H. Roesman Hasmy.

Beliau berharap, keberadaan YTP nantinya dapat menjadi motor penggerak perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan taraf hidup, membuka lapangan kerja, serta memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat Aceh Singkil.

Ungkapan senada juga disampaikan Zakirun Pohan, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Singkil. Zakirun mennyampaikan terima kasih atas program Presiden Republik Indonesia, untuk Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan, khususnya di Aceh Singkil.

“Dengan diadakan ini saya percaya semua masyarakat menerima dengan baik dari sudut pandang adat dan budaya. Apalagi wilayah kita Aceh Singkil adalah daerah pertanian, itu akan merubah nasib ke depan. Mudah-mudahan Aceh Singkil tetap jaya, mempertahankan adat istiadat. Mudah-mudahan segera terwujud pembentukan Batalyon ini,” tutur Zakirun.

Selain aspek keamanan, pembentukan YTP juga membawa semangat pemberdayaan ekonomi lokal. Melalui sinergi lintas sektor, satuan ini nantinya akan membantu dalam program-program pembangunan desa, seperti perbaikan jalan, irigasi pertanian, serta kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi turut serta sebagai subjek yang aktif berperan.

Mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Aceh Singkil turut menyuarakan dukungan terhadap langkah tersebut. Mereka memandang YTP sebagai wadah penguatan kapasitas sumber daya manusia muda di daerah, serta peluang untuk menumbuhkan semangat pengabdian dan tanggung jawab terhadap bangsa.

Sementara itu, berbagai organisasi kemasyarakatan menyambut positif pembentukan YTP sebagai bentuk konkret kehadiran negara di tengah masyarakat. Mereka menilai, sinergi antara aparat dan warga akan menciptakan rasa aman, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam upaya pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan penuh dari semua pihak, pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di Desa Mukti Lincir menjadi tonggak baru bagi Aceh Singkil dalam menguatkan ketahanan wilayah berbasis kesejahteraan rakyat. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Aceh, bahkan secara nasional, tentang bagaimana pembangunan dan pertahanan dapat berjalan beriringan demi terciptanya Indonesia yang lebih maju dan berdaulat. (*Singkil Update)

Posting Komentar untuk "Sinergi Pemerintah dan Rakyat: Rencana Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di Mukti Lincir Siap Perkuat Pembangunan Aceh Singkil"